Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2010

Kemagnetan


Di dalam kehidupan sehari-hari kata “magnet” sudah sering kita dengar. Namun sering juga berpikir bahwa jika mendengar kata magnet selalu berkonotasi menarik benda. Kita bisa mengambil suatu barang hanya dengan sebuah magnet, misalkan pada peralatan perbengkelan biasanya dilengkapi dengan sifat magnet sehingga memudahkan untuk mengambil benda yang jatuh di tempat yang sulit dijangkau oleh tangan secara langsung. Bahkan banyak peralatan yang sering kita gunakan, antara lain bel listrik, telepon, dinamo, alat-alat ukur listrik, kompas yang semuanya menggunakan magnet.

Asal kata magnet diduga dari kata magnesia yaitu nama suatu daerah di Asia kecil. Menurut cerita di daerah itu + 4.000 tahun yang lalu telah ditemukan sejenis batu yang memiliki sifat dapat menarik besi atau baja atau campuran logam lainnya. Benda yang
dapat menarik besi atau baja inilah yang disebut magnet.

Sifat Magnet Bahan
suatu benda digolongkan menjadi dua golongan yaitu:
benda magnetik dan benda nonmagnetik.
Benda magnetik yaitu benda-benda yang dapat
ditarik oleh magnet sedangkan benda nonmagnetik yaitu benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
Di dalam percobaan yang lebih teliti diperoleh penggolongan benda yang terdiri atas ferromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. Ferromagnetik adalah benda yang ditarik kuat oleh magnet dan paramagnetik adalah benda yang ditarik lemah oleh magnet sedangkan diamagnetik adalah benda yang
ditolak oleh magnet, contoh benda ferromagnetik antara lain besi, baja, nikel, kobalt dan berbagai logam campuran yang lain. Sedangkan contoh benda diamagnetis adalah bismut dan timah, aluminium, serta stainless. Telah kalian ketahui bahwa magnet adalah benda yang dapat menarik suatu benda tertentu misalnya besi atau baja yang ada di dekatnya. Setiap magnet terdiri atas dua bagian yang mempunyai daya tariknya
terbesar. Pada magnet batang, daya tarik terbesar terdapat pada ujung-ujung magnet tersebut. Bagian magnet yang daya tariknya terbesar disebut kutub magnet. Oleh karena itu setiap magnet mempunyai dua buah kutub yaitu kutub utara, U, dan kutub selatan, S.
Apabila kutub utara dengan kutub selatan didekatkan akan tarik-menarik, (U-S), sedangkan
kutub utara apabila didekatkan dengan kutub utara akan tolak-menolak, (U-U).
Kutub selatan apabila didekatkan dengan kutub selatan akan terjadi tolak-menolak, (S-S). Atau
dengan kata lain kutub senama tolak-menolak, tidak senama tarik-menarik.

Read More......

Kemampuan Zat Menghantarkan Arus Listrik


Tiap-tiap jenis kawat penghantar mempunyai besar hambatan yang berbeda-beda sehingga kuat arus listrik yang mengalir melalui penghantar tersebut juga berbeda-beda. Jadi, tiap-tiap zat mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menghantarkan arus listrik.

Suatu benda yang dapat atau mudah menghantarkan arus listrik disebut konduktor. Benda yang termasuk konduktor antara lain aluminium, perak, seng, besi, tembaga, dan sebagainya.
Semikonduktor merupakan suatu benda yang dapat berfungsi sebagai konduktor dan isolator. Benda yang termasuk semikonduktor, yaitu germanium dan silikon. Sedangkan superkonduktor merupakan suatu benda yang mempunyai daya hantar sangat tinggi sehingga arus listrik dapat mengalir dengan bebas tanpa hambatan.
Muatan-muatan listrik yang tidak sejenis mempunyai sifat tarik-menarik. Gaya tarik-menarik inilah yang akan mengikat elektron-elektron dalam suatu atom. Pada benda konduktor, elektron-elektron dalam atom terikat tidak terlalu kuat. Dengan memberi tegangan yang kecil, elektron-elektron tersebut akan terlepas dan berpindah dari potensial rendah ke potensial tinggi sehingga benda konduktor tersebut dapat dialiri arus listrik. Sebaliknya pada benda isolator, elektron-elektron pada atom terikat sangat kuat dan untuk melepaskannya diperlukan tegangan yang besar. Jadi, pada tegangan yang besar, benda isolator dapat berfungsi sebagai benda konduktor.
Read More......

Gejala Kelistrikan


Eksperimen ilmiah tentang kelistrikan atau gejala kelistrikan pertama kali dilakukan oleh seorang Yunani bernama Thales Of Mletus (625-547 SM). Ia menggosok-gosokkan batu ambar pada kain wol. Batu ambar tersebut kemudian dapat menarik bulu ayam.

Di dalam fisika dikatakan bahwa bagian benda yang digosok-gosokkan akan memperoleh muatan listrik. Adanya muatan listrik ini menyebabkan benda mempunyai kemampuan menarik benda-benda kecil dan ringan yang ada didekatnya.
Keberadaan muatan listrik menunjukkan adanya gejala kelistrikkan. Gejala kelistrikkan ini disebut listrik statis, yaitu listrik yang tidak mengalir atau listrik yang muatan-muatannya dalam keadaaan diam.
Read More......